Heart Beat Radio



Get this radio or tv online here: Radio and TV online
Do you indonesia ?

Kamis, 25 Desember 2008

serangan jantung terjadi juga pada balita

KELIRU jika mengira sakit jantung hanya dialami orang dewasa. Sebab, ternyata balita pun bisa mengalaminya. Kebanyakan terkena sakit jantung bawaan.


SAKIT jantung bawaan bukan semata karena penyakit turunan dari orangtua yang mengalami sakit jantung. Pada beberapa kasus sakit jantung bawaan ada anak terjadi karena sang ibu mengalami gangguan kehamilan.


Seusai memandu Seminar Awam Penatalaksanaan Terkini Gagal Jantung di Auditorium SBIH (Santosa Bandung International Hospital), belum lama ini, dr Kiki Abdurachim SpJP, spesialis jantung Cardiac Centre SBIH mengungkap masa awal kehamilan menjadi masa rawan janin terkena jantung bawaan.


"Terutama saat trimester pertama. Janin bisa mengalami kelainan jantung karena ibu terinfeksi virus tertentu, keracunan obat, jatuh, atau mengalami trauma. Di masa itu adanya kelainan jantung bisa dideteksi melalui USG (Ultra Sonografi)," jelas Kiki Abdurachim.


Ketika lahir, anak penderita jantung bawaan memiliki beberapa ciri. Antara lain tubuh bayi agak membiru, tak kuat menyedot susu dari puting payudara ibunya. Pada tahapan berikut anak terlihat sering batuk, panas, cepat lelah, dan pertumbuhan agak terhambat dibanding anak-anak seusianya.


Dr Erwan Martanto SpPD SpJP, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Cardiac Centre SBIH mengungkap jantung bawaan pada balita bisa menjadi satu sebab terjadinya gagal jantung ketika mereka tumbuh remaja dan dewasa. Penanganan kasus jantung bawaan perlu dilakukan segera melalui intervensi.


"Penatalaksanaan jantung bawaan tergantung kasusnya. Ada bayi usia 10 hari harus jalani operasi. Sebab bila tak ditangani segera, lama-lama masalahnya bisa lebih kompleks. Ada juga tindakan operasi yang dilakukan setelah anak berusia 4-5 tahun," terang Erwan Martanto.


Secara umum serangan jantung (infak) pada anak dan orang dewasa memiliki kesamaan. Gagal jantung terjadi karena jantung tak berfungsi baik dalam memompa darah. Bisa jadi ada pembuluh darah yang tumbuh tak sempurna, kebocoran dinding jantung, atau penderita mengalami cacat jantung.


"Orang gagal jantung terlihat seperti orang tenggelam. Bila kondisi penderita gagal jantung membaik setelah mendapat tindakan tertentu, ia bisa beraktivitas seperti biasa. Meski kemampuan jantung kembali berfungsi normal sangat kecil," jelas Erwan. 


Dr Ronald Dick FRACP, Director Victorian Heart Centre Epworth Hospital Melbourne Australia, narasumber seminar, mengingatkan apapun tindakan medis terhadap penderita gagal jantung, biayanya masih sangat mahal. "Risiko masuk lagi ke rumah sakit pun cukup besar," ungkapnya. (ricky reynald yulman)


Kurangi Makanan Cepat Saji
SEBUAH penelitian mengungkap anak-anak obesitas (kelebihan berat badan) ternyata berisiko terkena jantung koroner ketika mereka dewasa. Namun faktor risiko ini bisa diminimalisasi dengan mengajak anak mulai menjalani pola hidup sehat.


Di antara upaya pencegahan dini yaitu mengajak anak membatasi konsumsi makanan cepat saji, mengganti aktivitas statis seperti main playstation dengan olahraga yang membuat semua tubuh aktif, dan teratur melakukan cek kesehatan.


"Memang saat ini belum lazim melakukan skrining jantung koroner buat balita. Biasanya pemeriksaan jantung koroner dilakukan terhadap orang dewasa mulai usia 35 tahun. Cuma jantung koroner bisa terjadi akibat pola hidup tak sehat sejak mereka balita," jelas dr Kiki Abdurachim SpJP.


Tindakan paling baik ujar Kiki Abdurachim, yaitu mengelola faktor risiko itu sejak dini. Kalau pun tak terkena penyakit jantung, dipastikan tindakan ini bisa meningkatkan kualitas hidup manusia secara umum. (ricky reynald yulman)


Gejala :
1. Sesak napas
2. Kaki bengkak
3. Mudah lelah
4. Sulit tidur karena sesak
5. Perut besar
6. Batuk dengan dahak merah
7. Sering buang air kecil malam hari
8. Pusing dan mudah lupa


Tindakan :
1. Kenali dua kondisi gagal jantung. Stabil dan tidak stabil. Pada kondisi tak stabil gejala gagal jantung lebih terlihat.
2. Posisikan tubuh pasien setengah duduk
3. Jangan beri makanan dan minuman
4. Kalau ada oksigen segera berikan
5. Segera bawa ke rumah sakit


 

Tidak ada komentar: